Misteri Satria langlang Jagad [ Mustikaning Agung Tanah jawa Kembali ke Mentaok / Mataram ] - 24 January 2009 - Blog - satriaputih212.do.am
Welcome My Site
Login form
Main » 2009 » January » 24 » Misteri Satria langlang Jagad [ Mustikaning Agung Tanah jawa Kembali ke Mentaok / Mataram ]
8:05 AM
Misteri Satria langlang Jagad [ Mustikaning Agung Tanah jawa Kembali ke Mentaok / Mataram ]

    MUSTIKANING AGUNG TANAH JAWA KEMBALI KE MENTAOK / MATARAM

 Istilah bumi Mentaok juga disebut Mataram adalah tanah yang meliputi sebagian besar tanah Jawa ini sekaligus bumi nusantara yang menurut sejarah merupakan cikal bakal wahyu yang merupakan "Singgasananya Wahyu Tanah Jawa Bersemayam”

Pada suatu ketika aku pernah didatangi oleh seorang kakek tua berjuban putih dengan perintah "Angger sapa kang bisa amboyong Kakek Bung Petung ya Kakek Kusno ana bumi Metaram ya iku aran bocah kang nampa nugraha" ("Nak siapa yang bisa memboyong Kakek Bung Petung ya kakek Kusno di bumi Mataram ya itulah disebut orang yang menerima anugerah”). Benar dengan perintah tersebut langsung aku meluncur ke Kediri Jawa Timur menuju Padepokan Agung Gambang Kediri dan disana sudah ditunggu oleh Eyang Bung Petung untuk segera berangkat ke bumi Mataram wilayah perdikan Kadipaten Purworejo. Padahal menurut para cantrik di  Padepokan Agung Gambang Kediri sana, dua hari yang lalu utusan para pinisepuh dari Bali menunggu Eyang Bung Petung untuk di boyong ke Bali, namun Eyang Bung Petung tak menampakkkan diri beliau berada di alam maya sana, namun mengapa ketika aku datang justru beliau yang menunggu untuk segera di boyong ke Mataram ?

Ketika sampai di Purworejo kebetulan hari Kamis Wage Malam Jum’at Kliwon di bulan Asyura tahun 1996, Eyang Bung Petung menuju Padepokanku yaitu "Padepokan Agung Garuda Cakra” di Lereng Pegunungan Menoreh Kadipaten Singgelopura atau yang terkenal disebut Kadipaten Lowano jika sekarang di sebut Desa Loano. Ketika hari Jum”at jam 09.00 WIB Eyang Bung Petung mengadakan ritual dengan penyerahan Pusaka Mustaka Garuda yang diserahkan pada kekasihku kontan dengan seketika terjadi keanehan bahwa terjadi lindu (getaran bumi) dan keadaan luar rumah yang tadinya panas matahari menembus bumi sekarang menjadi redup seperti ada payung agung yang menaungi rumahku, Eyang Bung Petung meminta aku untuk melihat kejadian tersebut secara gaib, aku laksanakan dengan semadi, aku dengar jawaban dari alam gaib bahwa "Kebo bule bali ana kandange, wahyu tanah jawa bakal kondur ana wadahe, sumur jalatunda segara kidul ambles kanti oncating wahyu seka Ibu Ratu Mas Segara Kidul” (Kerbau putih pulang kandangnya, wahyu tanah jawa bakal pulang pada tempatnya, sumur jalatunda segara kidul hancur dengan pindahnya wahyu dari Ibu Ratu Mas Segara Kidul”), selang beberapa jam dari keterangan yang kudapat ternyata secara rasional dikukukhkan oleh berita di TV "Bahwa telah terjadi penurunan Lempengan Asia di Samudra Indonesia sedalam satu kilo meter ke bawah samudra”

Eyang Bung Petung bersabda "Angger apa kang panjenengan aturake bener kabeh, yen wahyu tanah jawa bakal kondur ana bumi Metaram ya bumi Mentaok ora liya ya tanah perdikan kene iki nalika semana kanggo tumitahe para leluhur kang pada ngudi tumuruning wahyu” (nak apa yang kamu sampaikan itu benar semua, jika wahyu tanah jawa bakal kembali ke bumi Mataran ya bumi Mentaok tidak lain ya tanah merdeka ini ketika jaman dahulu hidupnya para lelehur yang memohon turunnya wahyu)

Selanjutnya kita hanya tinggal menunggu "Sang dalang dalam lakon hidup" terserah apa yang akan diterapkan pada kita, hanya saja kita wajib berupaya merubah nasib dari alam kodrat yang telah ditentukan Sang Khalik, maka sudah selayaknya sinyal-sinyal alam  bisa kudapat dalam perjalanan spiritualku, hanya kita tinggal menyongsong timbulnya "Satria Piningit" yang tidak lain adalah "Sang Ratu Adil" yang kelak akan mempunya gelar nama "Kanjeng Gusti Pangeran Heru Cakra” semoga kita dapat menyaksikan dan mengalami perjuangan Ratu. Adil kelak untuk menghadapi angkara di bumi persada ini hingga Negara menjadi "Gemah Ripali Loh Jinawi Tata Titi Tentrem Tur Raharja" Rakyat Adil dan makmur Kinanten Jas Dongker Kuluk Makutha Rama Payung Sleret Tunggul Naga Amemangku Wahyu Cakraningkrat" kanti asesandi "Hamemayu Hayuning Bawana".

Di era alam moderen sekarang ini sudah bukan menjadi barang tuntunan lagi justru malah menjadi barang tontonan dalam hal laku spiritual untuk mendapatkan wahyu / pulung guna mencapai derajad kedudukan dalam mengemban negara, maka banyak perilaku meniru orang-orang dahulu baik dalam kehidupan pewayangan sampai masa pra sejarah kehidupan manusia dalam jangkauan negara kerajaan bahwa filosofi wahyu / pulung yakin masih identik dengan kedudukan atau singgasana tata pemerintahan untuk mengendalikan negara, maka tidak sedikit dikalangan para pejabat negara berduyun-duyun mencari berkah dan tuah guna mengejar wahyu / pulung tersebut, sehingga mereka mendatangi tempat-tempat keramat guna napak tilas para raja atau pejabat masa lalu yang telah berhasil membawa misi kehidupan pada ketentraman masyarakat, bangsa dan negara. Namun terkadang mereka tidak melihat "apakah jiwa raga ini sudah bersih dari noda dan dosa ?”  Padahal apa yang dikatakan wahyu / pulung itu  adalah sepasang yang berarti berjumlah dua, yang satu bersifat laki-laki yang satu bersifat perempuan. Bisa kita lihat jika seorang pejabat yang mendapatkan wahyu / pulung bersifat laki-laki maka orang tersebut akan berlaku arif, bijaksana, selalu memihak pada kepentingan orang banyak (rakyat), jujur, tidak angkara murka, iklas (lila lan legawa), selalu menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan, selalu dekat dengan Tuhan. Sedangkan wahyu yang bersifat perempuan biasanya seorang pejabat akan bertindak materialistis (kebendaan), tidak jujur, tidak adil dan tidak bijaksana egois, tidak memihak rakyat tapi memihak pada keluarga, kelompok dan golongannya, selalu dekat dengan wanita.

Ketika menjelang berakhirnya pemerintahan Orde Baru sudah banyak terjadi tanda-tanda alam yang mengisaratkan bahwa tata kehidupan sudah tidak sesuai dengan kodrat-NYA, maka aku "Satria” selalu melakukan laku-laku perihatin guna mendapatkan petunjuk-petunjuk dari-NYA

Views: 1021 | Added by: satriaputih212 | Rating: 1.2/4
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Calendar
«  January 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Entries archive
Site friends
  • Create a free website
  • Online Desktop
  • Free Online Games
  • Video Tutorials
  • All HTML Tags
  • Browser Kits
  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0